Cara Membuat Rencana Keuangan Pribadi, Pemula Wajib Tahu!

Rencana Keuangan Pribadi – Bebas Secara finansial tentunya menjadi impian setiap orang. Bebas secara finansial merupakan keadaan saat seseorang sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar, seperti makan dan pakaian dengan finansialnya sendiri. Sebelum menjadi bebas secara finansial, tentunya kita perlu tahu bagaimana cara membuat rencana keuangan pribadi yang baik. Kita perlu memantapkan mindset dan punya rencana yang matang sebelum membuat rencana keuangan pribadi.

Tanpa melihat apa pekerjaan dan seberapa banyak pendapatan yang dimiliki seseorang, membuat rencana keuangan pribadi menjadi salah satu siasat untuk menjadi bebas secara finansial. Namun, masih banyak orang yang belum mengetahui cara membuat perencanaan ini dengan baik dan benar.

Baca Juga: Catat Ini, 8 Dampak Negatif dari Gaya Hidup Boros


Cara Membuat Rencana Keuangan Pribadi

Membuat rencana keuangan pribadi merupakan langkah awal yang bisa dilakukan untuk mencapai bebas secara finansial. Tentunya setiap orang memiliki tujuan yang berbeda dalam membuat perencanaan keuangan, bisa jadi untuk dana darurat, pendidikan, tunjangan di hari tua, ataupun hanya sekadar ingin memiliki pengelolaan keuangan yang teratur.

Tujuan-tujuan yang sudah dibuat di atas tentunya bisa tercapai apabila mengikuti lima cara mudah membuat rencana keuangan pribadi di bawah ini.

1. Membuat Tujuan Rencana Keuangan Pribadi

rencana keuangan pribadi

Tentukan tujuan keuangan di masa mendatang agar lebih mudah dalam menyusun strategi. Tujuan keuangan ini bisa ditetapkan untuk jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang tergantung dari tujuan yang ingin dicapai.

Contohnya, Parents dapat membagi ke beberapa jangka waktu menjadi 0-1 tahun, 2–3 tahun, dan 4-5 tahun. Parents juga bisa membagi menjadi beberapa kelompok kebutuhan yang hendak dicapai, seperti keperluan renovasi rumah, biaya pendidikan anak, dana darurat, beli kendaraan baru, naik haji, wisata ke luar negeri, dan lain sebagainya.

Dengan membuat tujuan keuangan yang spesifik, Parents sudah tahu berapa banyak dana yang harus dialokasikan ke tabungan dengan tujuan yang ingin dicapai. Parents juga bisa menyusun strategi apa yang tepat dan cocok untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

2. Mengecek Kondisi Keuangan

Sebenarnya, dalam membuat rencana keuangan yang baik tidak melihat berapa umur dan seberapa banyak pendapatan yang Parents dapatkan setiap bulannya. Hal ini dikarenakan semua tidak diukur dari berapa besar pendapatan, melainkan apakah dari pendapatan tersebut sudah bisa mencukupi semua kebutuhan hidup.

Analisa dan pahami bagaimana kondisi keuangan sekarang, berapa pendapatan yang diterima dan berapa pengeluaran yang dikeluarkan setiap bulannya? Apakah sudah bisa melunasi segala pengeluaran? Bila belum, bisa jadi karena masih banyak pengeluaran yang sebenarnya tidak prioritas atau kebiasaan mengelola keuangan yang belum baik dan benar.

Untuk mempermudah, catat semua pemasukan yang Parents terima beserta pengeluarannya. Cara ini dapat mempermudah Parents memahami berapa banyak kekayaan bersih yang dimiliki.

3. Menyusun Rencana Keuangan Pribadi

rencana keuangan pribadi

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Parents perlu mencatata semua pemasukan maupun pengeluaran setiap bulan. Menyusun rencana keuangan berupa daftar lengkap terkait kegiatan, barang-barang, dan kebutuhan lainnya yang akan digunakan. Sekecil apapun transkasi keuangan, Parents harus catat supaya tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud lebih cepat.

Kegiatan mencatat ini bisa menghindari dari pengeluaran yang boros dan melacak ke mana saja uang digunakan. Untuk mempermudah, Parents dapat mencatat pengeluaran menggunakan aplikasi keuangan. Salah satunya aplikasi keuangan whiz, yang dapat membantu mencatat pemasukan dan pengeluaran serta mengelola keuangan dengan baik!

Contoh perencanaan keuangan:

  1. Premi asuransi pendidikan anak sebesar Rp 500.000 per bulan
  2. Belanja bulanan sebesar Rp 1.000.000 per bulan
  3. Menabung Rp 1.5-00.000 per bulan

4. Melaksanakan Rencana Keuangan yang Dibuat

Setelah melakukan tiga langkah di atas, inilah cara utama yang bisa dilakukan Parents. Untuk mencapai tujuan, tentunya diperlukan niat dan tekad yang kuat. Semua tidak akan dapat tercapai apabila tidak konsisten.

Kurangi pengeluaran yang tidak dibutuhkan dan beralih ke kebutuhan yang lebih prioritas. Mungkin hal ini akan sulit dilakukan jika belum terbiasa. Namun, tidak ada yang tidak mungkin, bukan? Selalu dorong diri untuk tetap konsisten melaksanakan perencanaan keuangan yang sudah dibuat.

5. Mengevaluasi dan Menyempurnakan Perencanaan Secara Berkala

Seiring berjalannya waktu, kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi keuangan akan terjadi. Ada kalanya disaat keperluan mendesak harus segera dibayarkan, misalnya biaya rumah sakit, biaya kecelakaan, terdampak efisiensi karyawan, banyaknya pengeluaran tak terduga, dan lain halnya.

Jika banyak hal-hal tak terduga terjadi, maka Parents perlu mengevaluasi kembali kondisi rencana keuangan terkini yang sudah dibuat dan menyempurnakan rencana keuangan selanjutnya dengan lebih baik lagi.

Baca Juga: Catat Ini, 7 Tips Perencanaan Keuangan Keluarga Milenial


Nah, itulah lima cara yang dapat dilakukan untuk membuat rencana keuangan pribadi lebih baik. Melakukan perencanaan keuangan memang bukan hal yang mudah, terutama bagi pemula yang belum terbiasa mengelola keuangan. Namun, jangan khawatir, karena semakin sering Parents mencoba untuk membiasakan diri dan mendorong melakukan pengelolaan keuangan dengan baik, maka keuangan pribadi juga akan lebih baik lagi kedepannya. Selamat mencoba!

YUK, KELOLA KEUANGANMU BERSAMA WHIZ!