cara mengelola stress dan emosi negatif

Cara Mengelola Stress dan Emosi Negatif dalam Diri

Cara Mengelola Stress dan Emosi Negatif – Tak jarang, kita merasakan stress dalam hidup. Tugas yang banyak, pikiran yang rumit, hingga masalah yang tak terduga dapat menjadi penyebabnya. Dalam kamus psikologi, stress diartikan sebagai tekanan, tegangan, dan konflik. Hal itu berdampak pada adanya emosi negatif.

Lantas, mengapa kita suka merasa stress dan dikelilingi emosi negatif? Karena perasaan seperti itu mudah muncul saat kita sedang merasa tertekan terhadap suatu hal. Misalnya, kamu merasa stress karena pekerjaan yang menumpuk atau bahkan sedang dimarahi oleh atasanmu. 

Tentunya, masalah yang menumpuk akan membuatmu mudah marah ke semua orang tanpa terkecuali. Namun, apa dampak negatif lainnya dari stress? Simak penjelasannya berikut ini!

Dampak Negatif Stress

cara mengelola stress dan emosi negatif

1. Kesehatan Fisik Menurun

Stress memang termasuk ke dalam penyakit kejiwaan. Namun, ternyata berdampak negatif pula terhadap kesehatan fisik.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, stress berdampak pada kesehatan fisik secara menyeluruh, seperti rambut yang akan menipis hingga mengalami kebotakan, mulut sariawan, asma, risiko diabetes karena produksi insulin berkurang, penyakit kardiovaskular, penurunan imun, hingga penurunan fungsi organ reproduksi.

Tidak hanya itu, stress juga akan mengakibatkan sakit kepala yang berkepanjangan. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya pikiran yang menumpuk. 

2. Insomnia

dampak negatif stress

Selain mengganggu kesehatan fisik, stress juga dapat mengakibatkan seseorang sulit untuk mengantuk. Mereka akan merasa gelisah sehingga tidak tenang untuk memejamkan matanya. 

Seseorang yang sedang stress akan merasa terjaga dari tidurnya karena tidak berhenti berpikir. Oleh sebab itu, mereka akan memikirkan masalah sepanjang waktu tanpa merasakan rasa lelah maupun kantuk.

3. Pemicu Timbulnya Depresi

Stress yang berkepanjangan dan kronis akan memicu timbulnya depresi. Gejalanya akan lebih parah dibandingkan dengan stress.

Pada awalnya, mereka akan merasakan depresi ringan. Mulai dari penyalahgunaan obat-obatan, selalu merasa rendah diri, mudah tersinggung, tidak memiliki motivasi, hingga ingin bunuh diri. 

Oleh sebab itu, stress harus diobati secepat mungkin agar tidak berkelanjutan dan menimbulkan depresi yang dapat berdampak buruk pada diri sendiri.

4. Menstruasi Tidak Teratur

dampak negatif stress

Stress diartikan dengan adanya tekanan maupun tegangan yang dirasakan oleh seseorang. Bagi perempuan, hal itu dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur. Siklus menstruasi akan terganggu karena adanya berbagai tekanan. 

Stress akan membuat hormon naik-turun sehingga siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Bahkan, ada pula yang tidak menstruasi dalam beberapa waktu.

5. Gangguan Memori dan Konsentrasi

Stress tidak hanya mengganggu kesehatan fisik dan gaya hidup seseorang. Namun, stress juga dapat mengganggu kemampuan seseorang dalam bekerja. 

Seseorang yang stress akan merasakan adanya gangguan konsentrasi. Hal ini tentu diakibatkan oleh pikiran yang menumpuk sehingga tidak dapat fokus pada satu hal.

Selain itu, kemampuannya untuk mengingat sesuatu pun menurun. Seseorang yang stress akan mudah melupakan sesuatu yang baru ia peroleh karena terdistraksi dengan hal yang sedang dipikirkan.

Lalu, bagaimana caranya supaya kita tidak stress dan merasakan dampak-dampak negatif itu? Nah, kamu perlu untuk mengelola stress dan emosi. Berikut merupakan beberapa caranya. Yuk, simak!

Baca Juga: Apa Itu Social Comparison? Yuk, Ketahui Sekarang!


Cara Mengelola Stress dan Emosi

1. Cintai Diri Sendiri

cara mengelola stress dan emosi

Banyak orang yang mengatakan cintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain. Ternyata, kalimat tersebut memang benar, loh. 

Mencintai diri sendiri artinya kamu menerima semua hal yang ada di dalam dirimu. Bahkan, kekuranganmu sekali pun. Sebab, orang yang dapat menerima kelebihan dan kekurangan diri sendiri, ia akan lebih mudah untuk mengontrol emosinya saat sedih, marah, maupun kecewa.

Jadi, yuk mulai cintai diri sendiri supaya kamu dapat mengontrol emosi dengan lebih baik lagi!

2. Beristirahat

Ada kalanya kamu perlu untuk beristirahat dari peliknya kegiatan. Kamu bisa berleha-leha di sofa maupun tempat tidurmu seharian penuh. Itu tidak menjadi masalah kok! Asalkan setelah itu kamu berjanji untuk produktif lagi.

Beristirahat juga menjadi salah satu bukti bahwa kita tidak perlu terlalu keras dengan diri sendiri sampai lupa dengan kesehatan mental dan fisik.

Tidak hanya dari kegiatan rutinmu saja, istirahat juga bisa dengan berhenti sejenak untuk bermain sosial media. Tentu tidak mudah untuk memulainya. Namun, kamu akan merasakan dampak baiknya setelah memberi waktu istirahat kepada diri sendiri.

3. Berbicara dengan Orang Lain

berbicara dengan orang lain

Salah satu penyebab stress yaitu memendam perasaan sendirian. Dengan menceritakannya kepada orang lain, kamu bisa melepas sedikit beban yang sedang kamu rasakan.

Berbicara dengan orang lain tidak perlu dengan semua orang yang kamu kenal. Namun, kamu bisa berbicara dengan orang-orang yang memang dekat dan kamu percayai. Namun, jika kamu tidak cukup percaya kepadanya, kamu bisa langsung bercerita ke psikolog untuk tindakan lebih lanjut.

4. Olahraga Secara Rutin

olahraga secara rutin

Olahraga tidak hanya membuat tubuh menjadi lebih sehat, loh. Namun, olahraga juga bisa meredakan stress. Pasalnya, otot tubuh akan lebih rileks dan pikiran akan teralihkan sehingga suasana hati akan jauh lebih baik. 

Kamu tidak perlu berolahraga berat, kok! Cukup lakukan olahraga yang sederhana, seperti jogging dan bersepeda. Untuk permulaan, kamu tidak perlu menghabiskan waktu yang lama. Cobalah untuk berolahraga beberapa menit, seperti sekitar 20-25 menit. Namun, lakukan secara rutin hingga terbiasa.

5. Meditasi

Selain olahraga, kamu juga bisa melakukan meditasi atau yoga selama 10-15 menit. Dalam satu minggu, usahakan untuk meditasi atau yoga sebanyak 4-5 kali untuk menenangkan pikiran.

Dengan bermeditasi, kadar hormon stress seperti kortisol, akan menurun sehingga pikiran dan suasana hati akan jauh lebih tenang.

6. Fokus pada Masa Sekarang

Biasanya, kejadian yang membuat kita sedih akan sulit untuk dilupakan. Bahkan, hal itu terkadang akan mengganggu aktivitas kita. Namun, janganlah terlalu lama terjebak dalam peristiwa itu. 

Tanamkan mindset dalam diri bahwa kamu harus fokus pada masa sekarang. Jalani hidupmu saat ini dan jangan terlalu mencemaskan dengan apa yang nanti akan terjadi. Dengan mindset seperti itu, pikiran-pikiran positif akan memberi pengaruh yang baik pada kehidupanmu mendatang. 

7. Lakukan Aktivitas Menyenangkan

Cara selanjutnya yaitu cobalah untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan untukmu, misalnya berkebun, memancing, memasak, melukis, atau sekadar membersihkan rumah. 

Dengan melakukannya, hormon bahagia, yaitu dopamin, akan membuatmu lebih rileks dan senang menjalani aktivitas. Apa pun aktivitasnya dapat kamu lakukan selama hal itu positif dan tidak menimbulkan masalah baru bagimu.

8. Terapkan Pola Hidup Sehat

menerapkan pola hidup sehat

Cara untuk mengelola stress dan emosi juga bisa kamu dapatkan melalui penerapan pola hidup sehat, seperti makan makanan yang bernutrisi, tidur yang cukup, dan tidak mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.

Pola hidup yang sehat akan berpengaruh dengan kesehatan fisik dan mental. Jadi, cobalah untuk memerhatikan pola hidup yang kamu terapkan sehari-hari. Jika belum tepat, usahakan segera untuk memperbaikinya sebelum terlambat.

Baca Juga: 7 Cara Menghargai Usaha Orang Lain yang Paling Tepat


Nah, itulah beberapa dampak negatif stress dan cara mengelolanya. Jangan biarkan stress berlarut-larut atau bahkan bertambah parah. 

Apabila cara mengelola stress dan emosi negatif di atas tidak berhasil untukmu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan ahli, seperti psikolog maupun psikiater.

AYO DOWNLOAD APLIKASI WHIZ DAN RASAKAN LANGSUNG KEMUDAHAN FINANSIALMU!

Pengaturan Umum