Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

Meningkatkan Motivasi Belajar Anak, Gimana Caranya?

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak – Anak pasti sering merasa malas mengerjakan tugas-tugas sekolah, entah karena keasyikan main atau memang tidak memiliki semangat. Sebagai orang tua, kita harus memastikan anak menyelesaikan kewajiban belajar mereka.

Nah, orang tua harus mampu memotivasi anak agar semangat mengerjakan tugas-tugas mereka. Memotivasi tidak dilakukan dengan cara memaksa, ya, Parents! Jika dilakukan dengan memaksa, bukannya termotivasi, anak malah semakin malas dan bahkan bisa membenci belajar. Karena itu, orang tua harus memiliki cara positif untuk meningkatkan motivasi belajar anak.

Bagaimana caranya? Yuk lihat beberapa cara meningkatkan motivasi belajar anak berdasarkan Oxford Learning berikut.

Baca Juga: Ide Seru untuk Acara Kumpul Keluarga


7 Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

1. Cari Tahu Masalah yang Dialami Anak

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

Anak-anak mungkin tidak termotivasi belajar karena beberapa alasan. Untuk meningkatkan motivasi belajar anak, orang tua harus mengetahui terlebih dulu akar masalah yang dialami anak. Dengan mengetahui masalahnya, orang tua bisa membantu untuk mengatasi hal tersebut.

Memang apa saja masalah yang dialami anak-anak?

Semua orang pasti memiliki masalahnya sendiri, termasuk anak-anak. Jika anak malas belajar, mungkin karena ia kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru, memiliki kecemasan tentang sekolah atau teman-temannya di sekolah, tugas yang diberikan tidak sesuai dengan kemampuan anak, dan sebagainya.

2. Mencoba Teknik Belajar yang Berbeda

Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

Setiap anak pasti memiliki teknik dalam belajar, tidak ada istilah “satu ukuran untuk semua”. Jika anak memiliki masalah dalam belajar, bisa jadi karena metode yang diajarkan tidak sesuai dengan gaya belajar anak sehingga ia tidak bisa memahami materi yang diajarkan.

Cobalah berbagai teknik belajar yang paling cocok dengan gaya belajar anak.

3. Menyediakan Keperluan Belajar Anak

Untuk memotivasi anak dalam belajar, orang tua perlu menyediakan kebutuhan belajar anak. Mulai dari ruangan yang tenang dan bebas gangguan, makanan dan minuman ringan untuk menemani anak belajar, perlengkapan sekolah yang lengkap, dan lain-lain.

Dengan menyediakan keperluan belajar anak akan membuat anak menjadi lebih nyaman. Selain itu, anak tidak bisa menjadikan kurangnya fasilitas belajar sebagai alasan untuk malas belajar.

4. Membuat Rencana Belajar Bersama

Membuat rencana belajar yang tetap akan membantu anak dalam disiplin saat belajar. Duduklah bersama anak dan buat rencana belajar bersamanya. Rencanakan jadwal, seperti jam berapa mulai belajar, berapa waktu yang dibutuhkan, berapa lama istirahat, dan tugas apa yang harus diprioritaskan.

Dengan melibatkan anak dalam membuat rencana belajar, anak akan merasa bertanggung jawab dan lebih mematuhi rencana yang sudah dibuat bersama.

5. Tidak Fokus Hanya Pada Nilai

Dari pada fokus hanya pada nilai, cobalah rayakan pencapaian anak dalam pembelajaran baik besar maupun kecil.

Saat anak berhasil memecahkan masalah matematika yang rumit, atau saat ia selesai menulis draft pertama esai, pujilah usaha dan pencapaiannya. Dengan begitu, belajar akan lebih menyenangkan bagi anak dan orang tua berhasil membantu meningkatkan motivasi belajarnya.

6. Membuat Goals Kecil Bersama Anak

Mengajak anak membuat tujuan kecil bisa memberikan arahan yang jelas tentang apa yang perlu dilakukan ketika belajar. Selain itu, saat anak mampu mencapai tujuan yang sudah disepakati, kepercayaan diri anak akan bertambah.

Apa saja tujuan belajar yang bisa dilakukan? Orang tua bisa membuat tugas pribadi seperti, membaca satu bab dari buku yang dipelajari besok, menyelesaikan 5 soal latihan, membuat catatan belajar, dan sebagainya.

7. Memberikan Reward Atas Kerja Keras Anak

Ketika anak berhasil mengerjakan tugas belajar, anak akan merasa senang jika orang tua memberi pujian atau bahkan reward atas usaha anak.

Membuat sistem reward atas usaha anak dapat memotivasi anak ketika belajar. Hadiah yang didapatkan tidak perlu hal yang mewah, cukup hal yang sederhana, seperti boleh bermain game dengan waktu yang lama, membeli mainan, atau bisa berupa poin’ yang dikumpulkan setiap selesai belajar. Poin tersebut dapat digunakan untuk sesuatu yang istimewa.

Baca Juga: 8 Fungsi Keluarga yang Harus Kamu Pahami!


Aplikasi Keuangan Whiz adalah aplikasi keuangan yang dapat menghubungkan orang tua dan anak melalui fitur-fitur menariknya, salah satunya fitur Tugas.

Dengan fitur Tugas, orang tua dapat membuat dan memberikan tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh anak. Jika anak sudah selesai mengerjakan tugas, anak akan mendapat reward atau imbalan atas pekerjaan mereka. Untuk lebih jelas, langsung coba fiturnya yuk!

YUK KENALAN DENGAN FITUR TUGAS WHIZ!