Memberikan Uang Jajan Pada Anak: Apakah Perlu?

Semakin dewasa, seorang anak akan terus mengasah kemampuan bertanggung jawabnya melalui berbagai hal, salah satunya melalui memberikan uang jajan pada anak.

Uang jajan dapat menjadi sesuatu yang istimewa bagi anak. Hal ini merupakan pengalaman awal bagi mereka dengan uang dan proses transaksi. Dengan sejumlah uang ini anak-anak dapat membeli dan memperoleh barang, mainan, atau pengalaman yang mereka inginkan.

Akan tetapi, perlukah memberikan uang jajan pada anak? Simak penjelasannya berikut ini!


Perlukan Memberi Uang Jajan Pada Anak?

1. Kapan Waktu yang Tepat untuk Memberikan Uang Jajan Kepada Anak?

Sebenarnya tidak ada waktu tertentu yang dapat dianggap sebagai patokan bagi orang tua untuk memberikan uang jajan keapda anak. Mereka sudah boleh mulai mencoba menerima dan mengatur uang jajan ketika mereka sidah membutuhkan uang sendiri untuk membeli sesuatu, sudah mengerti pentingnya menabung, dan memahami cara mengatur uang sendiri.

Untungnya, waktu memberikan uang jajan pada umumnya bertepatan pada saat mereka sudah telah mulai bersekolah. Sebab uang jajan yang diberikan mingguan atau bulanan dapat membangun kebiasaan finansial positif pada anak dengan mengaturnya sendiri untuk memenuhi kebutuhan mereka di sekolah.

Dengan demikian, hal ini juga dapat menjadi cara mudah bagi orang tua untuk memantau anak dan menilai kebiasaan dan kemampuan anak dalam mengelola keuangan, lalu mendidik mereka sesuai dengan karakter dan kebutuhan mereka.

Baca juga: Cara Kreatif Ajak Anak Menabung: Patut di Coba, nih!

2. Bagaimana Cara Menentukan Jumlah Uang Jajann yang Tepat?

Sebelum memberikan uang jajan dan mengetahui jumlah yang tepat, Anda perlu memahami apa saja yang Anda harapkan pada anak ketika memberikan mereka uang jajan.

Berapa banyak uang yang perlu diberikan kepada mereka bergantung atas dari kondisi dan situasi. Beberapa hal penting yang perlu Anda pertimbangkan dalam menentukan jumlah uang jajan adalah anggaran keluarga, ekspektasi penggunaan uang jajan anak, dan kebutuhan apa saja yang akan dibeli oleh anak.

Uang jajan tidak perlu diberikan dalam jumlah yang sangat besar. Hal yang terpenting adalah Anda memahami kebutuhan anak dan untuk apa uang jajan itu kamu berikan. Berikan mereka kepecayaan untuk belajar mengatur pengeluaran uang dan menyimpan uang dengan sendirinya. Akan tetapi, tetap bombing dan arahkan mereka agar tidak sembarangan dalam mengatur keuangan.

3. Berikan Pemahaman Mengenai Uang

Berapapun umur mereka dan kenal atau tidak mereka dengan uang, berikan penjelasan mengenai uang dari hal paling mendasar seperti ap aitu uang, kegunaannya, tujuan memiliki uang, dan apa yang harus dilakukan dengan uang.

Jelaskan kepada anak untuk apa uang jajan yang mereka terima dan apa yang tidak boleh dibeli menggunakan uang jajan tersebut.

Bantu anak memahami jumlah uang yang mereka terima sesuai dengan kebutuhan mereka. Karena, setiap keluarga memiliki kondisi keuangan dan anggaran keluarga yang berbeda-beda dan tidak ada salahnya memberikan pemahaman keapda anak mengenai hal ini.

Anda juga dapat memberikan anak uang jajan dalam jangka waktu yang berbeda-beda, misalnya per hari, per minggu, atau per bulan. Sesuaikan dengan anggaran dan kemampuan finansial keluarga Anda, dan tepati sembisa mungiin perjanjian jadwal pemerian uang jajan tersebut kepada anak.

4. Ajarkan Mereka dalam Hal Mengatur Keuangan Pribadi

Setelah memberikan pemahaman keapda meereka mengenai uang, Anda dapat mengajarkan mereka mengenai mengatur keuangan pribadi.

Uang saku anak bukan hanya membantu mereka dalam mendapatkan hal-hal yang mereka inginkan, tetapi juga menjadi cara bagi orang tua untuj mengajarkan anak cara mengatur uang.

Anda dapat membimbing anak untuk membagi uangnya untuk digunakan, disimpan untuk kemudian hari dan ditabung. Anak-anak juga dapat belajar beradaptasi mengatur uang, dengan menyeimbangkan pemasukan dan pengeluaran.

Ketika ada mainan yang anak inginkan, Mama dapat mengajari anak untuk menabung terlebih dahulu untuk membelinya. Tentunya menabung membutuhkan proses yang cukup lama, dan dari sanalah anak-anak belajar menghargai nilai uang dan usaha untuk mendapatkannya.

5. Perlukan Menarik Uang Jajan Sebagai Bentuk Hukuman?

Seorang anak tentu tidak selamanya akan melakukan hal yang tepat. Akan ada waktu pada saat mereka melakukan kesalahan dalam mengatur keuangan. Hal ini sangat wajar karena mereka memang sedang belajar mengurus keuangan sendiri.

Namun, sekarang muncul sebuah pertanyaan. perlukah Anda menarik atau membatasi uang saku anak sebagai sebuah hukuman?

Pengurangan uang jajan dalam jumlah yang wajar dan masih dapat anak-anak manfaatkan untuk kebutuhan utama mereka (makan, transportasi) Dapat menjadi pembelajaran yang cukup efektif. Hal ini dapat menjadi bentuk hukuman yang mendidik dan tidak merugikan anak secara fisik dan psikis.

Asalkan tidak menghambat kebutuhan dan kepentingan utama mereka dalam berkegiatan, tidak ada salahnya mengurangi atau membatasi uang jajan mereka dalam kurun waktu tertentu.


Sekian beberapa penjelasan mengenai memberikan uang jajan pada anak. Dengan memberikan uang jajan kepada mereka, hal-hal seperti tanggung jawab, membuat anggaran, skala prioritas, dan literasi keuangan dapat dengan mudah diajarkan kepada mereka.

Untuk membantu Anda dalam mengatur dna mengawasi pengeluaran dan pemasukan uang jajan sang buah hati, Whiz memiliki banyak fitur yang dapat membantu Anda dalam melakukan hal itu!

YUK BERGABUNG DENGAN WHIZ!